• Integer vitae nulla!

    Integer vitae nulla!

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis interdum, turpis augue viverra justo, sed semper sem lorem sed ligula. Curabitur id urna nec risus volutpat ultrices....

  • Suspendisse neque tellus

    Songket Palembang - Sumatera Selatan

    Sejarah dari kota Pempek alias Palembang tidak bisa dipisahkan dari legenda Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang Darussalam. Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan maritim yang sangat kuat di Pulau Sumatera dengan daerah kekuasaan mulai dari Kamboja, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi

  • Curabitur faucibus

    Curabitur faucibus

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis interdum, turpis augue viverra justo, sed semper sem lorem sed ligula. Curabitur id urna nec risus volutpat ultrices....

Pempek

Mudah-mudahan kesehatan serta kesuksesan menaungi kita semua. Pada postingan kali ini, saya ingin mengetengahkan makanan khas Palembang yang sangat diminati bukan hanya penduduk lokal tapi sampai keluar daerah bahkan warga mancanegara.

Pempek atau Empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan dan sagu. Sebenarnya sulit untuk mengatakan bahwa pempek adalah pusatnya adalah Palembang karena hampir di semua daerah di Sumatera Selatan memproduksinya.


Sedikit memberikan informasi sejarah makanan khas makanan ringan yang terkenal dari Palembang, yaitu Pempek. Dibalik kegurihannya dan rasa yang khas tersimpan sejarah yang sangat unik. Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya pendatang/perantau dari Negara Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16 - abad ke-18, pada saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan “apek“, yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina.

Berdasar cerita rakyat, di palembang pada tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan/rumah rakit (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi akan menjadi sia-sia dan mubajir tanpa ada pengelolaan yang bermanfaat dan bernilai ekonomis. Hasil tangkapan itu belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. hasil penelitiannya tersebut apek kemudian mencoba alternatif pengolahan dalam bentuk makanan lain dengan bahan dasar ikan. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota palembang. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan “pek … apek”, dari itulah maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek.

Namun cerita rakyat ini patut ditelaah lebih lanjut karena singkong baru diperkenalkan bangsa Portugis ke Indonesia pada abad 16. Selain itu velocipede (sepeda) baru dikenal di Perancis dan Jerman pada abad 18. Walaupun begitu sangat mungkin pempek merupakan adaptasi dari makanan Cina seperti baso ikan, kekian ataupun ngohyang.

Pada awalnya pempek dibuat dari ikan belida. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih.

Pada perkembangan selanjutnya, digunakan juga jenis ikan sungai lainnya, misalnya ikan putak, toman, dan bujuk. Dipakai juga jenis ikan laut seperti Tenggiri, Kakap Merah, parang-parang, ekor kuning, dan ikan sebelah.

Penyajian pempek palembang ditemani oleh saus berwarna hitam kecoklat-coklatan yang disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang). Cuko dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, cabe rawit tumbuk, bawang putih, dan garam. Cuko adalah teman makan pempek yang setia, dibuat pedas untuk menambah nafsu makan. Ada juga cuko manis bagi yang tidak menyukai pedas.

Jenis pempek palembangyang terkenal adalah “pempek kapal selam” adalah telur ayam yang dibungkus dengan adonan pempek dan digoreng dalam minyak panas. Ada juga yang lain seperti pempek lenjer, pempek bulat (atau terkenal dengan nama “ada’an”), pempek kulit ikan, pempek pistel (isinya irisan pepaya muda rebus yang sudah dibumbui), pempek te lur kecil, dan pempek keriting.

Pempek bisa ditemukan dengan gampang di seantero Kota Palembang. Ada yang menjual di restoran, ada yang di gerobak, dan juga ada yang dipikul. Juga setiap kantin sekolah pasti ada yang menjual pempek. Tahun 1980-an, penjual pempek bisa memikul 1 keranjang pempek penuh sambil berkeliling Kota Palembang jalan kaki menjajakan makanannya!. Pempek sekarang ada dua jenis yaitu Parempek campuran antara Pare dan Pempek.

semoga informasi ini dapat berguna dan bermanfaat bagi para pembaca, dimanapun berada, khususnya bagi para pengila pempek yang belum tahu atau ingin tahu darimana sih awalnya asal pempek palembang itu?

Pada artikel selanjutnya saya akan memberikan dan berbagi resep tentang cara pembuatan pempek palembang ini yang hampir memiliki puluhan jenis pampek, lengkap dengan resep pembuatan cuka pempak tersebut.

jangan anda lewatkan, dalam kesempatan ini juga saya akan memposting tempat-tempat anda bisa mendapatkan pempek dengan rasa gurih dan lezat asli khas palembang ini jika anda berkunjung ke kota palembang, sehingga anda tidak akan kebingungan lagi mencari tempat untuk bersantap pempek di kota palembang ini, dan bahkan kalau diizinkan saya juga akan mengepostkan kehadiran pempek di beberapa kota di indonesia yang menyediakan panganan pempek asli khas palembang.

0 komentar:

Post a Comment